Sebuah Cerita Didalam Keluarga Kecil Yang Amat Menyedihkan


Ada satu keluarag yang hidup sangat rukun dan harmonis, mereka keseharianya sangat ramah kepada sesama penghuni rumah. Didalam satu keluarga tersebut ada Nenek,Kakek,Ayah,Ibu dan memiliki tiga anak laki-laki semua, anak pertama dengan usia 28th anak kedua usia 20th dan yang ketiga 16th. Kehidupan dikeluarga ini sebelumnya sangat harmonis dan hangat,namun setelah berjalan beberapa tahun kemudian sebagian anggota keluarga meninggalkannya karena tuhan mangambilnya. Yang pertama adalah sang kakek,ia kembali kepada sang pencipta karena sakit tua yang dideritanya ditambah lagi karena sakit bekas luka dikepala karena benturan batubata pada saat musibah gempa dengan kekuatan 6,2SK di wilayah tersebut,alhasil kakek ini memiliki sakit yang lumayan parah. setelah beberapa bulan berjalan kakek mendapat pengobatan berjalan,hanya obat itulah satu-satunya penolong karena jika tidak meminum obat penyakit sikakek akan kambuh terus. Setelah berjalan beberapa tahun akhirnya sikakek tutup usia dengan meninggalkan istri,anak dan ketiga cucunya.

Waktu terus berjalan,haripun semakin cepat,bulan terus berganti dan tahun akan terus berubah. setelah sikakek meninggal, entah cobaan apalagi yang menimpa keluarga ini. Tiba-tiba musibah datang lagi yang datang kepada sibapak, bapak ini mendapat cobaan dari tuhan,ia diberi sakit yang amat mendalam,tiba-tiba bapak ini muntah mengeluarkan darah kental seperti endapan kotoran didalam darah. Dibawa ia kerumah sakit setempat,lalu mendapatkan pengobatan. dokter mengatakan bahwa bapak ini memiliki penyakit Hipatitis B yang memiliki gejala memuntahkan darah dari mulut. dan darahnyapun tidak sedikit,bapak ini membutuhkan 6-8 kantong darah segar untuk proses pergantian atau bisa disebut transfusi darah.

Bayangkan dalam satu kantong darah ini memiliki harga yang amat mahal waktu itu. keluarga ini pun begitu sedih amat mendalam yang mereka rasakan. entah cobaan tuhan kepada keluarga ini memang begitu berat. Banyak warga dan orang dekat mencoba memberi bantuan darah namun tidak ada yang cocok dengan dirinya,hal ini yang membuat sibapak semakin sulit untuk sembuh. Tak lama kemudian ada beberapa orang yang ingin mendonorkan darahnya dan alhasil darahnyapun cocok dan sibapak mulai bisa cuci darah atau transfusi darah. waktu terus berjalan dan bulan terus berganti, penyakit sibapaka ini sering kambuh,dengan memuntahkan darahnya lagi. Pihak rumah sakit menangani hal ini dengan mencoba mengoperasi organ dalam dibagian paru-paru,dengan hasil operasi menyatakan bahwa ada jalur darah yang sobek sehingga membuat darah ini menjalar keluar otot sehingga jika jumlah darah diperut sudah banyak maka akan dimuntahkan dan terus begitu. Akhirnya dokter menutup sobekan tersebut dan lumayan lama sibapak ini bisa sembuh.

Setelah beberapa bulan berjalan,sakit yang diderita sibapak mulai kambuh lagi dengan memuntahkan darah lagi serta perut sibapak mulai mengembung dan membesar. entah itu penyakit apa lagi yang melanda dirinya. lalu ia dibawa kedokter dan mendapat perawatan medis. setelah seminggu berjalan akhinya sibapak bisa sembuh lagi dan kembali kerumah. Taklama kemudian sibapak merasakan panas didalam tubuhnya dan jika ia ingin tidur selalu dibawah atau lantai supaya merasa dingin. sakit ini menyiksa sibapak dan pada pukul 04:00 dini hari tuhan menjemput sibapak untuk kembali,ia meninggal dunia karena sakit yang dideritanya. Ia meninggalkan keluarganya,ibunya,isterinya dan ketig anaknya :(

Sungguh menyedihkan, dikeluarga ini sudah tidak ada lagi kaum laki-laki yang mencari nafkah sedangkan anak yang paling kecil masih berusia 16th dan ia juga membutuhkan biaya sekolah yang tidak sedikit pula. Akhirnya anak yang tengah sudah lulus sekolah dan ia kebetulan melamar kerja disebuah perusahaan ternama dikota tangerang,alhasil diterimalah dia dengan senang hati ia mengabarkan kabar gembira ini kepada ibu,adik dan neneknya. merekapun amat bahagia mendengar hal itu,sebuah kekuatan didalam dirinya membuat ia harus kuat menjalani hidup ini,hidup yang penuh dengan cobaan bertubi-tubi.

Bulan terus berganti dan tahunpun terus berjalan,tak lama kemudian sinenek yang usianya semakin menua ini mendapat cobaan, ia tiba-tiba menderita sakit strok yang membuat sebagian badanya mati atau tidak bisa berfungsi. Hal ini menambah lagi kesedihan dikeluarga ini, si ibu yang merasa bahwa "kenapa selalu saja ada cobaan yang menyedihkan tuhan" dan sinenek dirawatlah dirumah sakit dengan biaya yang cukup mahal pula. keadaan ekonomi dikeluarga ini sangat pas-pasan,lalu si ibu bingung mau cari uang dimana lagi ini. karena hutang yang kemaren untuk pengobatan sibapak belum juga rampung :(

Setelah beberapa bulan berjalan,nenek ini hanya dirawat dirumah saja dengan obat berjalan,karena jika ia dirawat di rumah sakit akan menambah beban lagi. Waktu terus berjalan dan suatu hari tuhan juga mengambil sinenek tersebut,ia meninggal dunia dengan meninggalkan anak mantu dan ketiga cucunya.

Sebuah kesedihan yang mendalam dikeluarga ini amat dirasakan, mungkin tuhan sedang menguji iman kita untuk sadar bahwa ia adalah maha segalanya. kita hidup didunia ini hanya sementara dan akan hidup kekal diakhirat nanti. dari cerita ini bisa kita ambil hikmahnya bahwa keluarga adalah harta yang paling berharga dibandingkan dengan lainya.

Komentar