sebuah cerita di saat gelap datang


Menurutku menjadi anak pertama itu mengasikkan, tetapi kenyataan menjawab sebaliknya,
Dari usia kecilku sampai betambahnya umur yang aku rasakan hanya seperti karma buruk . Kenapa hanya kata karma buruk dalam hidupku dan kenapa selalu ada dalam hidupku bukan orang lain ?! . Kedua orang tuaku memang bisa dibilang orang berada dibalik mereka yang bergelimang harta, perlakuan mereka kepadaku tidak jauh seperti musuh ataupun orang lain . Plakk ! Pukulan tangan yang membuat aku sakit luar dan dalam itu selalu menjadi makanan ku setiap kali aku berbuat kesalahan, tangisan yang tidak bisa aku diamkan itu pun menjadi suara yang terisak isak ternyata hanya membuat diriku bertambah luka “!. Aku bertanya kehidupan karma buruk apa ini yang selalu datang padaku.

Lima belas tahun berlalu, hidupku tetap seperti yang lalu selalu yang kudengar hanya teriakan,
pukulan ataupun tangisan. Malam yang hening dan sepi aku berjalan ke arah mobil dan berniat untuk kembali rumah, dan sesampai nya dirumah papa dan mama menyambut dengan baik “ dalam hati ? Apa ada mau nya nih orang ? Dan ternyata dugaanku benar ! Papa dan mama memperkenalkanku kepada orang yang aku tidak pernah kenal sama sekali tetapi aku hanya bisa menjawab dengan dingin dan tegas . ‘perkenalkan .. ini anak saya bernama Ayu! Dia bekerja di perusahaan saya sebagai kandidat manajer, sayang perkenalkan diri kamu dong !? Kenapa kamu hanya diam saja ! Ayok.!? Terdengar seruan mereka memaksaku untuk memperkenalkan aku padanya . “perkenalkan nama saya Ayu!

Tangan nya yang dingin panas itu menyalamiku dengan menakutkan pandangan nya yang kelam pada wajah nya menyorot kepadaku jika dia bukann orang yang baik. Hari-hari baru pun terjadi kepadaku , aku ditugaskan papaku untuk bertemu dengan clien pagi sekali karna proyek kerja papaku sudah bekerja sama dengan perusahaan asing,” dinda kamu berangkat dengan pak sopir ya karena papa dan mama masih ada urusan di luar kota ! Aku hanya menjawab dengan teriakan agak kencang karena aku berada dilantai atas ‘iya paaa.. papa hati-hati ya sama mama dijalan”! . Dan aku juga harus berangkat sekarang karena clien yaang aku jumpai sudah menunggu ku. Saat perjalanaan ke kantor aku merima pesan dari seseorang yang ternyata hanya menggangu ku saja atau seperti bisa dibilang menggodaku,” Hai”? boleh kenalan ?

Aku pun tidak menjawab pesan singkat itu tetapi pesan itu seakan terus menggodaku sampai aku menjawab nya “ aku pun menjawab , hai juga maaf ini siapa ya’? .. beberapa menit dia tidak menjawab pertanyaanku setelah aku sadari ternyata kantorku sudah berada didepan mataku, “pak terima kasih ya sudah mengantarku, bapak balik aja dulu aku masih lumayan lama karena aku harus menyelesaikan pekerjaan yang lain”, baik non ! Tapi nanti kalau non mau pulang cepat telepon saya ya , “iya pak !.  Pekerjaan yang menumpuk dan sibuk membuatku tidak berfikir tentang asmara. Ya.. asmara katanya bisa membuat orang bahagia, aku memang tidak terlalu percaya tentang asmara tetapi pesan singkat yang tadi menggaguku itu selalu mebuat ku berfikir dan senyum sendiri padahal hanya pesan yang bertuliskan “hai, boleh kenalan?, biarlah gumamku sambil senyum-senyum sendiri.

Sore telah tiba aku berada didepan teras rumah ku hanya untuk bersantaian ditemani sepiring kue coklat dan strawbery kesukaanku, lagu spring nada dering dalam hp ku bertanda pesan masuk dan ternyata pesan itu dari anak yang mencoba ingin mengenalku “hmm.. maaf ya baru balas kamu ayu ya”!? Aku ifan !.. gumamku anak ini kok tau nama gue? Dengan penasaran aku pun menjawab pesan singkat itu” iya nama saya ayu ini ifan siapa ya”?! Dia menjawab begitu cepat, ‘iya ifan anak jember’!. Ooo.. gitu ya salam kenala dari saya mas ifan ! Satu jam berlalu hanya memandang hp dan mengetik pesan yang singkat dan dingin, aku pun menyudahi pesan itu karena beranjak akan magrib “mas sudah dulu ya nanti kita sambung lagi”! Asalamualaikum .

Sudah tiga hari hatiku sangat senang dan bahagia sejak seseorang baru masuk dalam hidupku tapi bukan pacara ya.! Setiap aku membuka pesan dengan nya aku selalu senyum senyum sendiri, apa memang ini ya yang nama nya cinta? Membuat orang gak karuan. Setelah pulang kerja aku disaambut dengan telvon dari Seseorang yang membuat senag hari hari ku sekarang, “hallo, kamu sudah pulang kamu dek”? Belum sempat aku menjawab rasa dalam hati gemetaran dan senang! “iya mas aku sudah pulang, tumben telvon ada apa”?! Gak kenapa kenapa kok dek Cuma pingin nelvon kamu aja, kangen mungkin akunya”!

Hehhehe.. gak gak bercanda kok ! Entah mengapa ketika mas ifan ngomong kangen rasa nya tuh seneng banget dan adem kata katanya. Aku pun menjawab “ mas ini ada ada aja gombal terus dari kemarin. Baru beberapa menit telvon tidak terasa jam menunjukan waktu 1 siang, “ mas adek istirahat dulu ya, adek capek ! Mas enggak istirahat kan entar mas jam 3 sore sudah harus berangkat kerja ? “ iya mas juga istirahat kalau adek istirahat ya”? Daa adek nanti mas telvon lagi kalau mau berangkat “mas sayang adek?!!!!, bercanda dek.. hehehhe , hahhhhh mataku melotot melihat pesan mas ifan kepadaku !!!! Rasa seneng,bahagia kegirangan muncul pada diriku ya meskipun itu kata kata hanya bercanda tapi entah kenapa rasa yang aku rasakan pada mas ifan seperti apa yang di ucapkan tadi gumamku”?! Hmmm.. aku menjawab aku juga sayang padamu mas.

Tak terasa perkenalanku bersama nya sudah lebih dari 6 bulan, malam malam sepulangku dari
kantor aku merasa senang tak terucap karena sekarang hari jadianku dengan mas ifan, dia sangat menjagaku sebagai wanita tak pernah menyakitiku pun dan memukulku sedikitpun “mau salah atau gak kamu hidupku sayang”! Itulah ucapan mas padaku selalu. Hari hari ku berjalan deengan baik dengan kedatangan mas dihidupku karena hanya dia yang bisa menenangkanku ketika aku sedih,marah dan benci !.Berjalan nya waktu demi waktu , pernikahanku dengan mas ifan terwujud tetapi rintangan akan pernikahan kita dari papa mama gak setuju dan yang lain, entah kenapa mas ifan sangat yakin akan selalu ada jalan keluar ucapan mas yang selalu menguatkanku dalam masalah apapun.
 
Kehidupan barupun kumulai dengan baik dan harmonis, tetapi aku dan mas ifan masih harus tinggal satu atap dengan mama dan papa ku. “ifan.. tolong papa sebentar! Terdengar papa menyuruh suamiku untuk membantunya tetapi entah kenapa papa masih terlihat canggung dengan mas ifan ? Gumamku”! Sayang mama mau keluar dulu ya sama teman, nanti kamu makan dulu sama suamimu ! Mamaku memang terlihat peduli dan sayang pada mas ifan sebagai anak menantu nya tetapi dibelakang mama ku tidak seperti itu. Aku teringat kejadian waktu itu, “mama tidak setuju kamu dengan dia! Kenapa ma!”kenapa ??? Mas ifan orang nya baik,sayang sama ayu “! Mama tidak menjamin kamu bakal hidup kecukupan, bahagia dengannya ! “tapi mama harus tau aku hidup bukan karena uang ! Aku tau segalanya butuh uang tapi kebahagiaan ku tidak dengan uang !

Dengan kasih dan sayang ! Apa selama ini mama dan papa menyayangiku !? Tidak kan !!! Plakkkkkk ! Jangan jadi anak durhaka ya ! Cukup ma cukup. !! Aku maunya nikah sama mas ifan !Selama 3 hari aku masih marah dengan kedua orang tuaku. Keesokan paginya aku beranjak untuk pergi ke kantor karena urusan bisnis proyek papa ku. Ditengah tengah perjalanan ku untuk ke kantor aku menerima line dari papa “ sayang maafkan papa kalau memang tidak bisa membahagiakan kamu, papa sudah egois tidak bisa menuruti apa keinginan kamu Nak”!, papa barusan mendapatkan informasi dari dokter bahwa pa-pa-pa mengidap kanker service stadium 2,5 “!! Hahhhhhh..”!!!! Apa paa... papa dimana sekarang”!!? “papa ada dikantor bersama suamimu ! Suamimu memang baik dia sayang sama papa meskipun papa sudah mnyakitinya”!.

Aku sungguh tidak percaya jika kejadian tidak kuinginkan terjadi kepada papa ku, apa ini karma untuk papaku !? Diperjalanan di dalam hati Ku selalu bertanya-tanya tentang papa. Lamunan ku di kagetkan oleh panggilan mas ifan,” sayang.. sayang.. sayang.. ! “iya mas ada apa maaf ya aku gak denger mas manggil aku, “kenapa kamu ngelamun sih yang? Ada apa ? Kok gak cerita sama mas sih”? Gak papa kok mas adek gak papa.Satu tahun sudah aku menikah dengan mas ifan, alhamdulilah rumah tanggaku selalu harmonis.Aku bersyukur kehidupanku yang pertamanya seperti karma yang buruk menjafi karma yang baik bagiku dan keluargaku. Seburuk apapun kedua orangtuamu tetaplah mereka orang tua yang baik dan separah apapun masalah kamu tetap ada jalan keluar.

Komentar